peta indonesia

Mengulik Gambaran Peta Indonesia dari Masa ke Masa

Posted on

Bila dikulik dari sejarah yang ada, peta Indonesia baru mulai digunakan pada saat orang Portugis mulai datang ke dalam negeri. Meski begitu, kegiatan pemetaan di Indonesia yang dulunya dikenal sebagai nusantara sudah dimulai sejak sekitar tahun 1292 M. Yaitu pada saat pemerintahan kerajaan Majapahit, sebab ditemukan bukti peta administratif saat itu.

Namun peta navigasi pertama memang dibuat oleh Laksamana Cheng Ho, yakni masuk pada abad 15. Saat ini bersamaan dengan Portugis yang melakukan ekspedisi ke Pulau Jawa serta kepulauan Maluku. Pada perjalanan tersebut, seorang kartografer bernama Francisco Rodrigues mulai membuat peta perairan juga peta kepulauan yang pernah ia kunjungi.

Kemudian sekitar tahun 1540, Holbein meluncurkan peta Taprobana (Sumatra) untuk pertama kalinya. Di dalam peta ini, dimasukkan juga Borneo yang sekarang menjadi Kalimantan dengan disebut sebagai Java Minor. Selanjutnya di tahun 1548, Gastaldi dan Ramüsio mempublikasikan sebuah peta yang jauh lebih modern.

Di peta Indonesia yang jauh lebih modern tersebut, penggambaran posisi Borneo lebih mendekati kebenaran apabila dibandingkan dengan peta Java Minor buatan Holbein. Hal ini dikarenakan Gastaldi dan Ramüsio memasukkan Gunung Kinabalu di dalam peta tersebut. Lalu pada tahun 1561, muncul lagi peta Jawa yang dikenal dengan nama Java Insula.

Java Insula diterbitkan oleh Johannes Honter, dan di dalamnya terlihat bahwa ia menggunakan informasi dari orang orang Portugis untuk membuat peta ini. Terlihat dari penggunaan nama namanya seperti Sunda dan Japara. Dan pada tahun 1595, Belanda dengan berbekal peta peta yang ada akhirnya mulai berlayar kemudian pada tahun berikutnya tiba di Banten.

Dari kedatangan Belanda, Batavia yang kini dikenal sebagai Jakarta mulai dijadikan sebagai pusat perdagangan, politik, serta navigasi. Bahkan terdapat sebuah kantor pemetaan yang sengaja dibentuk untuk kepentingan VOC. Sehingga pada akhir abad 17, peta biasa dan peta cetakan pun mulai mengalami peningkatan. Peta perairan Indonesia mulai mencerminkan bentuk yang sistematis.

Pada sekitar tahun 1685, terbentuklah peta Indonesia Danckaerts yang menyajikan kepulauan Indonesia. Karya tersebut dibuat oleh para pembuat peta di Batavia yang bekerja untuk kepentingan VOC. Peta yang lebih rinci dan detail dari Java Insula tersebut, kemudian dijadikan sebagai standar. Banyak negara yang menyalinnya, mulai dari Inggris, Perancis, hingga Bugis.

Lalu memasuki abad 18, mulai dibuat peta topografi mengenai daerah sekitar Batavia juga Semarang. Bahkan pada tahun 1780, seorang bernama F. de Haan menuliskan sebuah buku bertajuk Platten Album Oud Batavia. Dimana dalam buku tersebut mengisahkan sejarah dari kota Jakarta (dulu Batavia) pada zaman dahulu, yang lengkap dengan petanya dalam bentuk hitam putih.

Kemudian di tahun 1782, sebuah sekolah pendidik tenaga teknik mulai dibentuk di Semarang. Di sekolah inilah pembuatan peta topografi militer juga sipil mulai dilakukan. Pemerintah Belanda mulai menggerakkan orang orang untuk membuat peta kepulauan Indonesia yang lebih rinci, proses ini berlangsung hingga abad ke 19.

Di pertengahan abad 19, orang orang pribumi baru mulai mengambil peran yang penting dalam membuat peta. Selanjutnya di tahun 1850, pemuda dari keluarga bangsawan di Jawa mulai ikut bekerja di Dinas Topografi. Dan memasuki abad ke 20, Dinas Topografi tersebut sudah mempekerjakan lebih dari 500 orang untuk membuat peta Indonesia.

Dari sanalah lahir sebuah karya besar yakni Atlas van Tropisch Nederland, yang merupakan peta kepulauan Indonesia dengan detail yang lebih rinci. Kemudian peta tersebut digunakan sebagai dasar di sekolah sekolah. Prosesnya yang panjang tersebut menandakan bahwa peta merupakan salah satu saksi sejarah, yang menjadi jejak penting untuk menyusuri sebuah bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *