mobil-klasik

Mengulik Sejarah Mobil Klasik Dari Era Berbeda

Posted on

Melalui gelaran yang dilangsungkan oleh Ajang Indonesia International Motor Show atau dikenal IIMS, masyarakat dikenalkan dengan sederet mobil klasik yang berhasil menyita perhatian. Tidak hanya sekedar melihat keindahannya semata, namun disini pengunjung bisa mengenal sejarah perkembangan dari mobil antik tersebut lebih dalam.

Perkembangan mobil antik ini dibagi menjadi 9 era dengan keunikan berbeda beda. Era pertama berlangsung sejak tahun 1768 hingga 1888 lalu. Hal ini bermula saat kemunculan mobil bernama Steam Powered Cars atau lebih dikenal dengan mobil bertenaga uap. Mobil tumpangan ini memiliki bentuk bak gerobak besi yang terbuat dari rangkaian besi dan roda kayu.

Bentuknya yang unik membuat masyarakat menyebutnya sebagai Fardier a Vapuer atau dalam bahasa Indonesia menjadi gerobak uap. Mobil penumpang ini awalnya diciptakan oleh Nicole Joseph Cugnot  pada tahun 1770. Sayangnya kendaraan ini hanya bertahan selama kurang lebih 1 abad saja. Karena setelah itu mulai muncul berbagai inovasi di beberapa bagian mesinnya.

Era mobil klasik kedua (1888 hingga 1905) dikenal sebagai era veteran, karena mesinnya telah dipersenjatai dengan bahan bakar bensin, gas, dan listrik. Pada masa itu, muncullah mobil legendaris bernama Benz Patent Motorwagin yang merupakan buatan Kar Benz. Kendaraan ini kemudian disebut sebagai mobil pertama yang dilengkapi mesin pembakaran internal.

Meski dari segi dapur pacu telah mengalami peningkatan, namun badan mobilnya masih menyerupai kereta dan dilengkapi dengan tiga roda tanpa penutup pada bagian badan kendaraan. Mobil buatan Kar Benz ini pula yang awal mula produksi kendaran secara massal pada tahun 1888, sebelum akhirnya masuk ke dalam era selanjutnya.

Era mobil antik selanjutnya terjadi pada tahun 1905 hingga 1918 yang disebut sebagai Era Brass atau Erwadian. Sebenarnya era mobil klasik ini hampir serupa dengan era sebelumnya, hanya saja mobil telah dipersenjatai dengan drivetrain jauh lebih modern. Kendaraan ini telah mengandalkan bensin sebagai bahan pembakaran utamanya.

Lorraine Dietrich merupakan salah satu produsen mobil dan pesawat asal Perancis yang mulai berjaya pada era ini. Pasalnya produk kendaraan yang dihasilkannya hadir dengan body type convertible serta mampu melaju hingga kecepatan 85 km/h. Setelah itu muncullah era baru bernama Ford Model A yang terjadi pada tahun 1927.

Era ini ditandai dengan banyaknya varian gaya bodi kendaraan mulai dari Roadster, Tudor, Phaeton, Taxi Car, serta Town Car. Bahkan memasuki tahun 1930 an, penjualan mobil klasik dengan 9 model bodi mobil ini mulai menembus angka 3 juta unit. Pada tahun 1930 hingga 1946 muncullah era Pra Perang yang ditandai dengan ciri khas Fender yang telah tertutup sepenuhnya.

Tahun 1946 hingga 1955 adalah era Pasca Perang, dimana kendaraan telah dihadirkan dengan desain ponton bak kendaraan perang. Pada tahun 1955 hingga 1975 muncullah era klasik yang ditandai dengan kemunculan mobil sedan berukuran besar. Sedangkan pada tahun 1975 hingga 1990 muncullah era bernama Youngtimer, dimana mesin kendaraan sudah lebih berkembang.

Pada era inilah kendaraan mulai berkembang pesat dengan sistem lebih baru. Mulai dari penggunaan mesin diesel dan injeksi, sistem all wheel drive, hingga desain unbodi yang lebih bervariasi telah diterapkan. Mercendes Benz W123 coupe merupakan bukti dari perkembangan teknologi yang saat itu mampu melaju hingga kecepatan 200 km/h.

Era mobil klasik terakhir terjadi pada tahun 1990 hingga tahun 2000 an yang disebut era modern klasik. Kendaraan pada tahun tersebut telah menggunakan sistem komputerisasi serta lebih berfokus pada kepraktisan dan keamanan bagi pengendaranya. Sebab di dalam mesinnya telah disematkan ABS serta airbag yang mampu menekan resiko ketika terjadi benturan keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *